Sondag, 31 Maart 2013

Tugas Resum SIP




TUGAS RESUME

Dosen: Imam Suprabowo, S.Sos.I, M.Pd.I
Mata Kuliah: Sistem Informatika Pendidikan







Disusun Oleh: Endar Wulandari
NPM: 20090720183






FAKULTAS AGAMA ISLAM
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (TARBIYAH)
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
2013





Mata kuliah Sistem Informatika Pendidikan membahas beberapa sub bab antara lain: globalisasi, globalisasi informasi, transformasi sosial dan masyarakat informasi, pendidikan sebagai sistem informatika, latar belakang dan faktor-faktor yang mempengaruhi sistem informatika pendidikan, pendidikan jarak jauh, menyusun sistem informasi untuk pendidikan untuk sekolah, mengembangkan kompetensi komunikasi guru PAI, dan studi kasus prostitusi online, traficking online Facebook,twitter bagi siswa dll.
Untuk mempermudah mempelajari sub bab tentang materi sistem informatika pendidikan penulis ingin meresumnya agar mempermudah memahaminya.
Globalisasi adalah proses yang membawa masyarakat ke masyarakat global yang terintegrasi secara fisik, aspek-aspeknya saling mempengaruhi dan tiada batas geografis, budaya, politik, ideologis dan ekonomi.
Persamaan Modernisasi, Westernisasi, dan Sekularisasi adalah sama-sama mempunyai kepentingan soal duniawi, sama-sama berasal dari barat dan dari hasil perbandingan dari aspek kehidupan manusia yang dirasionalkan, serta sama-sama merupakan proses perubahan.
Perbedaan Modernisasi,Westernisasi dan Sekularisasi adalah:
•    Modernisasi mutlak ada dan diperlukan setiap negara, tidak mempersoalkan nilai agama dan proses perkembangannya lebih bersifat umum.
•    Westernisasi mutlak merupakan pembaratan, tidak mempertentangkan antara kebudayaan barat dan lokal, serta bentuk barat sebagai salah satu kemungkinan satu-satunya.
•    Sekularisasi berorientasi pada dunia, tidak terikat pada nilai agama dan bersifat ilmuah serta merupakan proses perkembangan terjadi dibidang keagamaan.
Dampak positif Globalisasi adalah 1) kemajuan teknologi komunikasi dan informasi mempermudah manusia dalam berinteraksi dan mempercepat manusia untuk berhubungan dengan manusia lain. 2) Dalam transportasi dapat meningkatkan efisiensi. 3) mendukung nasionalisme dalam menggalakkan proses integrasi antara lain mendobrak etnosentrik. 4) peningkatan mobilitas sosial dan pengukuhan kelas menengah. 5) komunikasi yang lebih mudah dan murah. 6) peluang yang lebih luas bagi manusia berbagai etnik, bangsa, budaya,dan agama untuk berintegrasi.
Dampak negatif globalisasi adalah 1) masuknya nilai budaya luar yang tidak sesuai. 2) eksploitasi alam dan sumber daya lain yang besar. 3) berkembangnya nilai-nilai konsumerisme dan individual. 4) terjadi dehumanisasi. 5) timbulnya dominasi negara-negara maju. 6) erosi terhadap nilai tradisi. 7) timbulnya gejala-gejala materialisme, kendornya moralitas. 8) pembangunan yang tidak seimbang. 9) masyarakat yang kurang kreatif dan hedonistik. 10) merebaknya kebiasaan meniru hasil-hasil ilmu pengetahuan.


Ragam/ bidang Globalisasi adalah:
•    Globalisasi ekonomi adalah munculnya pasar/ perdagangan bebas supranatural bidang ekonomi, kekuatan-kekuatan ekonomi dunia melanda dunia dan menghasilkan demokrasi ekonomi.
•    Globalisasi politik adalah munculnya gejala supranasionalisme, berkembangnya gagasan tatanan dunia baru, serta perhatian besar pada demokrasi HAM dan kebebasan dari ancaman nuklir.
•    Globalisasi budaya adalah dunia semakin kosmopolitan, perkembangan pesat telekomunikasi dan transportasi, perubahan gaya hidup konsumtif, musik, mode, bentuk-bentuk baru untuk kesenangan hidup.
•    Globalisasi pendidikan. Pengembangan pendidikan cenderung mengikuti tuntunan-tuntunan global, tujuan pendidikan, dan cenderung berorientasi ekonomik/ pasar bebas, kualitas dan pengelolaan pendidikan condong pada poros academik achievement ketimbang human achievement serta pengaruh institusi-institusi semakin menguat.
•    Globalisai informasi mengenai teknologi telekomunikasi yang mengalami perkembangan pesat, ketergantungan pada masyarakat dunia pada informasi semakin akut, informasi dipandang lebih bernilai ketimbang energi dan pangan, serta informasi mengubah dunia menjadi global village.
Pengertian globalisasi informasi adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia melalui informasi. Dengan adanya teknologi internet dan jaringan telekomunikasi nirkabel, manusia semakin mudah untuk berhubungan satu sama lain. Adanya globalisasi informasi ini, tentunya bentuk persaingan teknologi semakin cepat. Sekarang semua hasil teknologi yang baru di temukan atau di kembangkan bisa dengan cepat diketahui oleh masyarakat dunia. Adanya beberapa situs teknologi memberikan suatu kesempatan kepada masyarakat dunia untuk melihat teknologi apa yang berkembang. Sehingga persaingan dalam teknologi tidak hanya sebatas menemukan sesuatu, tetapi bagaimana mengembangkan sesuatu agar lebih humanis dan ekonomis.
Ciri-ciri dari globalisasi informasi: 1) Ciri pertama dari globalisasi informasi adalah semakin tingginya peradaban yang ditopang oleh keberadaan ilmu pengetahuan dan teknologi. 2) Ciri kedua dari globalisasi informasi adalah penyerbuan komunikasi dan informasi yang menembus batas-batas budaya. Seluruh kemajuan yang diperoleh oleh manusia tidak bisa dilepaskan dari peranan komunikasi. 3) Ciri ketiga dari globalisasi informasi adalah tingginya laju transformasi sosial. Kemajuan teknologi komunikasi yang dialami umat manusia dewasa ini memberikan kemudahan dan kecepatan dalam berhubungan antara satu dengan lainnya. 4) Ciri keempat dari globalisasi informasi adalah terjadinya perubahan gaya hidup (lifestyle). 5) Ciri kelima dari era globalisasi dan informasi adalah semakin tajamnya gap antara negara industri dengan negara berkembang, dengan kata lain terjadinya dominasi informasi oleh negara-negara maju terhadap negara-negara terbelakang.
Pengaruh positif globalisasi informasi. 1) Dengan adanya bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) memudahkan masyarakat untuk memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan. 2) Dengan adanya kemajuan teknologi, informasi, dan komunikasi memudahkan kehidupan masyarakat sehari-hari dalam mengakses berbagai informasi yang sedang terjadi. 3) Kemajuan teknologi informasi menyebabkan kehidupan sosial ekonomi lebih produktif, efektif dan efisien sehingga membuat produksi dalam negeri mampu bersaing di pasar internasional. 4) Kemajuan teknologi mempengaruhi tingkat pemanfaatan sumber daya alam secara lebih efisien dan berkesinambungan. 5) Kemajuan iptek membuat bangsa Indonesia mampu menguasai iptek sehingga bangsa indonesia mampu sejajar dengan bangsa lainnya. 6) Dengan peran media massa baik media cetak maupun media elektronik menjadi sarana yang efektif dan memberikan pengaruh yang besar dengan adanya informasi yang datang dari luar. 7) Penyebaran informasi menjadi lebih mudah dan cepat.
Pengaruh negatif globalisasi informasi: 1) Informasi yang tidak tersaring, langsung diterima secara mentah-mentah menimbulkan pengaruh negatif yang membahayakan. 2) Membuat sikap menutup diri, berpikir sempit tanpa memikirkan lingkungan. 3) Banyak meniru perilaku buruk seiring dengan informasi yang baru marak terjadi. 4) Mudah terpengaruh oleh hal baru dari informasi yang didapat meskipun tidak sesuai dengan kebiasaan atau kebudayaan negaranya. 5) Tersebarnya nilai-nilai budaya yang melanggar nilai-nilai kesopanan dan budaya bangsa melalui media masa seperti tayangan-tayangan film yang mengandung unsur pornografi yang disiarkan televisi asing yang dapat ditangkap melalui antena parabola atau situs-situs pornografi di internet.
Upaya-Upaya Pencegahan Terhadap Dampak Negatif Globalisasi Informasi: 1) Pemerintah diharapkan terus berusaha menangkal dampak negatif globalisasai informasi dengan berbagai cara dan kebijaksanaan yang mungkin dapat dilakukan. 2) Masyarakat sendiri, terutama para orang tua dituntut terus melakukan pengawasan dan memberikan pengertian kepada putra-putrinya dalam menonton televisi, acara-acara mana yang boleh dan mana yang tidak boleh ditonton. 3) Kepada para pendidik diharapkan terus menerus memberikan pengertian tentang nila-nilai budaya asing yang mana yang baik dan yang mana yang tidak baik, sehingga para anak didik tidak dengan mudah meniru budaya asing tersebut, tanpa disadari akibat-akibatnya baik bagi dirinya sendiri, bagi masyarakat dan Negara.
Transformasi sosial menurut bahasa dalam ensiklopedi nasional Indonesia memiliki pengertian diantaranya; perubahan menyeluruh dalam bentuk, rupa, sifat, watak, dan sebagainya, dalam hubungan timbal balik sebagai individu-individu maupun kelompok-kelompok.
Ciri Transformasi Sosial. Tidak semua gejala-gejala sosial yang mengakibatkan perubahan dapat dikatakan sebagai perubahan sosial, gejala yang dapat mengakibatkan perubahan sosial memiliki ciri-ciri antara lain: 1) Setiap masyarakat tidak akan berhenti berkembang karena mereka mengalami perubahan baik lambat maupun cepat. 2) Perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan tertentu akan diikuti dengan perubahan pada lembaga-lembaga sosial lainnya. 3) Perubahan sosial yang cepat dapat mengakibatkan terjadinya disorganisasi yang bersifat sementara sebagai proses penyesuaian diri. 4) Perubahan tidak dibatasi oleh bidang kebendaan atau bidang spiritual karena keduanya memiliki hubungan timbal balik yang kuat.
Faktor Pendukung Transformasi Sosial. Faktor pendorong tersebut menurut Soerjono Soekanto antara lain: 1) Kontak dengan kebudayaan lain. 2) Sistem pendidikan formal yang maju. 3) Sikap menghargai hasil karya seseorang dan keinginan untuk maju. 4) Toleransi terhadap perbuatan-perbuatan yang menyimpang (deviation). 5) Sistem terbuka pada lapisan masyarakat. 6) Adanya penduduk yang heterogen. 7) Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu. 8) Adanya orientasi ke masa depan.
Faktor Penghambat Transformasi Sosial. 1) Kurang berhubungan dengan masyarakat lain, masyarakat yang kurang terasing atau terpencil. 2) Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat, keterlambatan perkembangan ilmu pengetahuan disuatu kelompok masyarakat dapat disebabkan karena masyarakat tersebut berada diwilayah yang terasing. 3) Sikap masyarakat yang sangat tradisional, suatu sikap yang mengagungkan tradisi lama serta anggapan bahwa tradisi tidak dapat diubah akan sangat menghambat jalannya proses perubahan. 4) Adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam kuat, dalam suatu masyarakat selalu terdapat kelompok-kelompok yang menikmati kedudukan tertentu. 5) Rasa takut akan terjadi kegoyahan pada integrasi sosial yang telah ada, integrasi sosial mempunyai derajat yang berbeda. 6) Hambatan-hambatan yang bersifat ideologis, di dalam masyarakat menganggap pandangan hidup atau keyakinan yang telah menjadi ideologi dan dasar integrasi mereka dalam waktu lama dapat terancam oleh setiap usaha perubahn unsur-unsur kebudayaan. 7) Prasangka pada hal-hal baru atau asing (sikap tertutup), terdapat pada masyarakat yang pernah dijajah oleh bangsa-bangsa asing, mereka menjadi sangat curiga terhadap hal-hal yang datang dari luar sebab memiliki pengalaman pahit sebagai bangsa yang pernah dijajah, umumnya unsur-unsur baru yang masuk berasal dari dunia barat. 8) Adat istiadat (kebiasaan),merupakan pola perilaku anggota masyarakat dalam memenuhi semua kebutuhan pokoknya.
Pengertian Masyarakat Informasi. Informastion society atau masyarakat informasi adalah suatu keadaan masyarakat dimana produksi, distribusi dan manipulasi suatu informasi menjadi kegiatan utama. Jadi dapat dikatakan bahwa pengolahan informasi adalah inti dari kegiatan. Dalam masyarakat informasi orang akan mendapatkan keuntungan yang penuh dari teknologi baru dalam segala aspek kehidupan.
Ciri-ciri Masyarkat Informasi. 1) Adanya level intensitas informasi yang tinggi (kebutuhan informasi yang tinggi). 2) Penggunaan teknologi informasi untuk kegiatan sosial, pengajaran dan bisnis, serta kegiatan– kegiatan lainnya. 3) Kemampuan pertukaran data digital yang cepat dalam jarak yang jauh.
Pendidikan sebagai system informasi dapat diartikan sebagai upaya pendidikan menjadi pusat informasi bagi unsur-unsur yang ada dalam pendidikan. Unsure-unsur tersebut diantaranya adalah pendidik, peserta didik, tenaga kependidikan, managemen pendidikan dan lainnya. Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki berbagai kemampuan dengan memanfaatkan system informatika yang ada dan mengembangkan system informatika untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Ciri-ciri pendidikan sebagai system informatika. 1) Kurikulum dibuat sesuai dengan perkembangan jaman yang memanfaatkan system informatika yang ada sesuai keadaan sekolah. 2) Menganggap informasi sebagai suatu kebutuhan. 3) Memanfaatkan system informatika dalam menyelesaikan berbagai tugas ataupun permasalahan yang ada. 4) Menggunakan media informasi dalam belajar mengajar. 5) Menjadikan pendidikan sebagai upaya untuk memperkenalkan system informatika yang ada dan terus berkembang. 6) Mengupayakan sumber daya manusia untuk terus mempelajari system informatika yang ada. 7) Adanya pelatihan, bimtek dan kepedulian semua unsure pendidikan terhadap pentingnya system informatika dalam kehidupan sehari-hari.
Peran pendidikan sebagai system informatika. 1) Memasyarakatkan ideologi dan nilai-nilai sosio-kultural bangsa. 2) Mempersiapkan tenaga kerja untuk memerangi kemiskinan, kebodohan, dan mendorong perubahan social. 3) Mengefektifkan system informatika agar tepat sasaran/ mencapai tujuan. 4) Memberikan informasi mengenai perkembangan system informatika. 5) Memperluas pengetahuan.
Factor pendukung dalam mencapai tujuan pendidikan diantaranya: 1) Infrastruktur, Maksud dari faktor diatas adalah agar teknologi informasi dapat berkembang dengan pesat , pertama dibutuhkan infrastruktur yang memungkinkan akses informasi di manapun dengan kecepatan yang mencukupi. 2) Sumber Daya Manusia, Sumber daya manusia adalah orang-orang yang menggunakan sistem informasi untuk menunjang kegiatan pendidikan. 3) Kebijakan, kebijakan menuntut adanya kebijakan berskala makro dan mikro yang berpihak pada pengembangan teknologi informasi jangka panjang. 4) Finansial, Finansial adalah sumber dana ataupun lembaga keuangan lain untuk menyokong pendidikan dalam menciptakan sistem informasi. 5) Konten dan Aplikasi, Faktor konten dan aplikasi menuntut adanya informasi yang disampai pada orang, tempat, dan waktu yang tepat serta ketersediaan aplikasi untuk menyampaikan konten tersebut dengan nyaman pada penggunanya.
Sedangkan faktor penghambat pendidikan sebagai sistem informatika adalah: 1) Masih sangat rendahnya kesadaran unsur-unsur pendidikan dalam memanfaatkan sistem informasi dan mengembangkan sistem informasi. 2) Akses yang tidak merata. Hal ini akan menjadikan kesenjangan digital (digital divide) semakin lebar antara siswa atau sekolah dengan dukungan sumberdaya yang kuat dengan siswa atau sekolah dengan sumberdaya yang terbatas. 3) Khususnya Internet, penyebaran informasi yang tidak mungkin terkendalikan telah membuka akses terhadap informasi yang tidak bermanfaat dan merusak moral.
Pengertian sistem informatika pendidikan adalah seperangkat unsur perpaduan antara sumber daya manusia dan aplikasi teknologi berbasis komputer untuk memanusiakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan (proses, perbuatan, dan cara mendidik).
Latar belakang munculnya sistem informatika pendidikan adalah  bahwa dalam dunia pendidikan, keberadaan sistem informasi merupakan penentu kinerja pendidikan, salah satu komponen yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas pendidikan itu sendiri.
Faktor-faktor yang mempengaruhi sistem informatika pendidikan antara lain: 1) Teknologi informasi telah menjadi salah satu alat untuk meningkatkan efisiensi aktivitas operasional lembaga pendidikan. 2) Banyaknya penilaian masyarakat tentang kualitas pendidikan dari kemampuan sebuah lembaga pendidikan dalam menyajikan jasa pendidikan dalam  menggunakan teknologi informasi. 3)Tantangan dunia pendidikan yang dituntut menyediakan lulusan yang bermutu dan siap pakai dalam lapangan pekerjaan. 4) Adanya persaingan antara lembaga pendidikan yang sudah ada.
E-learning merupakan suatu proses belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media internet/ media jaringan komputer.
Elemen e-learning. Definisi e-learning memiliki beberapa elemen tentang apa, bagaimana dan mengapa. (Clark dan Mayer, 2008,p.10). E-learning memasukkan baik konten informasi dan metode instruksional yaitu teknik, yang membantu orang mempelajari konten belajar. E-learning didistribusikan melalui komputer dalam bentuk kalimat dan gambar. E-learning ditujukan untuk membantu pelajar mencapai tujuan belajarnya/ melakukan pekerjaannya.
Fiture E-learning (Clark dan Mayer, 2008,p.10) adalah 1) konten yang relevan dengan tujuan belajar. 2) menggunakan metode instruksional seperti praktek untuk membantu belajar. 3) menggunakan elemen media seperti kalimat, gambar untuk mendistribusikan konten dan metode belajar. 4) pembelajaran dapat secara langsung dengan instruktur/ belajar secara individu. 5) membangun wawasan dan teknik baru yang dihubungkan dengan tujuan pendidikan.
Keuntungan E-learning (Wahono, 2005; p.2) adalah 1) fleksibel karena siswa dapat belajar kapan saja, dimana saja dan dengan tipe pembelajaran yang berbeda-beda. 2) menghemat waktu proses belajar mengajar. 3) mengurangi biaya perjalanan. 4) menghemat biaya pendidikan secara keseluruhan . 5) menjangkau wilayah geografis yang lebih luas. 6) melatih pembelajaran lebih mandiri dalam mendapatkan ilpeng.
Kelemahan E-learning (Rosenberg. 2006). 1) kerena e-learning menggunakan teknologi informasi, tidak semua orang terutama orang yang masih awam dapat menggunakannya dengan baik. 2) membuat e-learning yang interaktif dan sesuai dengan keinginan pengguna membutuhkan program yang sulit sehingga pembuatannya cukup lama. 3) e-learning membutuhkan infrastruktur yang baik sehingga membutuhkan biaya awal yang cukup tinggi. 4) tidak semua orang mau menggunakan e-learning sebagai media pembelajaran.
Distance learning/ pendidikan jarak jauh (pjj)/ pembelajaran jarak jauh adalah bidang pendidikan yang berfokus pada teknologi dan desain sistem instruksional yang bertujuan untuk memberikan pendidikan kepada para siswa yang tidak secara fisik di kelas tradisional/ kampus.
Manfaat distance learning adalah 1) memperluas akses maksudnya pjj dapat mencapai terlayani populasi siswa yang tidak mengikuti sekolah yang menawarkan pelayanan pendidikan yang mereka inginkan mungkin karena mereka tinggal terlalu jauh. 2) pengurangan biaya maksudnya pjj dapat mengubah produksi konten kedalam tahan lama alat pembelajaran dan berulang yang tidak memerlukan banyak infrastruktur. 3) beradaptasi dengan teknologi baru dan lingkungan, institusi pendidikan dapat mengadopsi pjj sebagai sarana untuk beradaptasi dengan perubahan yang cepat dalam teknologi yang digunakan dalam pendidikan saat ini.
Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) adalah pendidikan yang peserta didiknya terpisah dari pendidik dan pembelajarannya menggunakan berbagai sumber belajarmelalui teknologi informasi dan komunikasi dan media lain.
Karakteristik pendidikan jarak jauh  lainnya adalah: Menjangkau semua peserta didik dimanapun berada, Proses pembelajaran dilakukan secara mandiri, Sumber belajar adalah bahan-bahan yang dikembangkan secara sengaja sesuai kebutuhan dengan tetap berpedoman pada kurikulum, Interaksi pembelajaran bisa dilaksanakan secara langsung dalam suatu pertemuan. Bisa pula secara tidak langsung dengan bantuan tutor atau pendidik dalam forum tutorial, Waktu yang digunakan tepat sesuai jadwal dan program yang telah ditentukan, Bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta didik, dan Program disusun disesuaikan dengan jenjang, jenis, dan sifat pendidikan.
Prinsip dan bentuk program PJJ : Bertujuan meningkatkan mutu kemampuan para peserta didik sesuai dengan, Memperluas kesempatan belajar dan meningkatkan jenjang pendidikan para peserta, Meningkatkan efisiensi dalam sistem penyampaian melalui media  modular, Berdasarkan kebutuhan lapangan dan kondisi lingkungan, Berdasarkan kesadaran dan keinginan peserta didik dan menekankan pada belajar mandiri yang berdasar pada aktuallisasi diri, percaya diri bergantung pada kemampuan sendiri agar berhasil dalam studinya, Dikembangkan dalam paket terpadu dan dilaksanakan secara terpadu pada tingkat kelembagaan.
Komponen sistem PJJ: Peserta didik, Materi pembelajaran, Pembimbing, Tutor, Fasilitator dan Tempat belajar.
Perkembangan TIK telah mendorong berkembangnya PJJ. PJJ adalah suatu model pembelajaran yang membebaskan peserta didik untuk dapat belajar tanpa terikat oleh ruang dan waktu dengan sesedikit mungkin bantuan dari orang lain. Karena keterpisahan jarak maka dalam  PJJ materi pembelajaran dikembangkan dan dikemas serta disampaikan melalui media dalam berbagai jenis dengan memanfaatkan TIK sehingga dapat digunakan peserta didik untuk belajar mandiri. Belajar mandiri tidak berarti belajar sendiri, melainkan belajar dengan prakarsa dan tanggung jawab sendiri dengan bantuan minimal dari orang lain.
Perkembangan pembelajaran jarak jauh memiliki pengaruh terhadap  dunia pendidikan, antara lain: Teknologi informasi dan komunikasi, khususnya komputer dengan internetnya dan Adanya kompetisi bebas, perdagangan bebas (free trade) dan hilangnya monopoli.
Hasil Pembelajaran Jarak Jauh. Jika pembelajaran jarak jauh dilaksanakan secara baik dan benar, maka hasilnya cukup membanggakan dan tidak kalah dengan hasil pembelajaran konvensional secara tatap muka. Pembelajaran jarak jauh di Indonesia menunjukkan keberhasilan, antara lain mampu meningkatkan pemerataan pendidikan, mengurangi angka putus sekolah, meningkatkan prestasi belajar, meningkatkan rasa percaya diri, meningkatkan wawasan (outward looking), mengatasi kekurangan tenaga pendidikan, dan meningkatkan efisiensi.
Kelebihan PJJ adalah Menjangkau target yang telah ditentukan, Memberikan kesempatan yang luas dalam rangka pelayanan terhadap perbedaanindividual peserta didik, Tidak membutuhkan ruangan kelas dan semua jenis perlengkapannya, kerangka kegiatan belajar lebih banyak dilakukan di rumah atau di tempat lainnya yang ada seperti tempat tertentu untuk yang ingin belajar berkelompok, Tidak memerlukan guru khusus yang bertugas mengajar secara berkesinambungan, Bahan belajar yang disiapkan dalam bentuk modul yang disiapkan oleh pengelola, Memberikan kesempatan yang luas kepada peserta didik untuk belajar mandiri secara aktif, sehingga diharapkan mereka lebih mantap pemahamannya melalui kegiatan internal, diskusi dan pemantapan mandiri dan lebih efisien dan ekonomis, karena waktu belajarnya tidak terstruktur.
Beberapa kelemahan yang mungkin menjadi kendala PJJ meliputi : persiapan dan perencanaan program lengkap dengan semua perangkatnya memerlukan waktu dan pembiayaan yang cukup banyak serta mendayagunakan tenaga ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu, menuntut pasa peserta didik belajar mandiri, sehingga memerlukan motivasi belajar tinggi, peserta didik tidak dapat berinteraksi dan berkomunikasi langsung dengan pengajar, modul disusun secara terpusat sehingga besar kemungkinan bahan yang disajikan kurang relevan dengan kebutuhan peserta didik setempat atau kepentingan peserta didik, dan sistem evaluasi, dalam sistem PJJ, peserta didik belajar tanpa diawasi oleh pembimbing
Sistem informasi pendidikan untuk sekolah adalah suatu sistem dalam sekolah yang merupakan kombinasi yang terdiri dari manusia, fasilitas, teknologi dan pengendalian yang berfungsi untuk mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat untuk sekolah.
Komponen sistem informasi pendidikan dalam sekolah diantaranya yaitu sumber daya manusia (kepala sekolah, Guru, karyawan, dan peserta didik), sumber daya software, sumber daya hardware, sumber daya jaringan, dan sumber daya data (dasar data dan pengetahuan).
Tahap-tahap untuk menyusun sistem informasi untuk pendidikan untuk sekolah adalah tahap masukan, tahap pengolahan dan tahap keluaran.
Contoh aplikasi penggunaan sistem informasi untuk pendidikan diantaranya: E-Education, E-Learning, E-Qari, dan Virtual gamelan.
Kendala dalam penyusunan Sistem Informasi Pendidikan untuk Sekolah, diantaranya adalah masih belum memadainya sarana/prasarana sekolah, masih kurangnya SDM yang memahami dan menguasai konsep dan implementasi sistem dan teknologi informasi, sulitnya mengubah perilaku siswa yang cenderung pasif untuk menghadapi pola siswa aktif, dll.
Manfaat dari adanya sistem informasi pendidikan di sekolah antara lain membantu dalam pelaksanaan manajerial sekolah, menyederhanakan dan mempermudah administrasi sekolah, mempercepat pelayanan terhadap siswa maupun pihak-pihak yang terkait dengan sekolah, dll.
Pengembangan Kompetensi Komunkasi Guru PAI seyogyanya menguasia ketrampilan beinteraksi baik dalam lingkunagan pendidkan formal atau dilingkungan masyarakat tempat beliu tinggal. Kemampuan bekomunikasi tersebut termasuk salah satu kompetensi guru yaitu kompetensi social.
Dalam bekomunikasi seorang guru harus dapat mengetahui sasaran, siapa yang akan dan sedang berkomunikasi dengannya, sehingga mampu   menempatkan diri sewaktu beinteraksi. Selain itu dalam mengembangkan kompetensi komunikasi guru PAI perlu mengerti tahapan dan efektivitas komunikasi agar memahami kapan waktu bicara, menafsirkan, dan menjelaskan, supaya tidak terjadi komunikasi satu arah.
Keberhasilan komunikasi merupakan kunci keberhasilan dalam mencapai tujuan hubungan sekolah dengan masyarakat (communication is a key to successful team effort).
Masalah-maslah yang sering muncul dalam komunikasi dalam pembelajaran PAI adalah guru masih terkesan satu arah kurang meberi motivasi belum mampu mengali kemampuan peserta didiknya.
Pelecehan seksual di sekolah adalah segala macam bentuk perilaku yang berkonotasi seksual dan tidak senonoh yang dilakukan secara sepihak dan tidak diharapkan oleh orang yang menjadi sasaran sehingga menimbulkan reaksi negatif: rasa malu, marah, dan tersinggung pada diri korban di lingkungan sekolah terutama bagi para pelajar atau siswa.
Faktor-faktor penyebab pelecehan seksual termasuk dalam lingkungan sekolah antara lain: 1) Faktor moralitas dan rendahnya internalisasi ajaran agama serta longgarnya pengawasan keluarga dan masyarakat yang menyebabkan terjadinya pelecehan. 2) Faktor permisifitas dan abainya masyarakat terhadap potensi pelecehan seksual.  Faktor kegagapan budaya melalui tayangan dan perkembangan informasi yang terlalu mudah diakses sehingga memungkinkan berbagai tayangan sadisme, kekerasan, pornografi, dan berbagai jenis tayangan dekstruktif lainnya ditonton oleh anak-anak. 3) Faktor perhatian orang tua dan keluarga yang relatif longgar terhadap anaknya dalam memberikan nilai-nilai hidup yang bersifat mencegah kejahatan pelecehan seksual. 4) Kurangnya pemahaman anak tentang agama yang jelas serta pandangan guru yang keliru tentang anak didiknya.